Kehilangan Seorang Pasangan Hidup ( pulang ke Rahmatullah ) , lebih menyakitkan daripada kehilangan orangtua .
Dulu , ketika aku ditanggal Alm bapak , serasa Dunia ini rubuh , gemuruh dalam genderang hati yang menyeruak , tak ada yang bisa kumengwrti dalam diri , hanya langkah rapuh dan bergemuruh , siapa yang akan menjadi teman cerita tuk berbagi suka dan duka , .. Hilang sebagian rasaku , manjaku dan… terasa gelap kurasa.
Kurasa Kepulangan Almh Mamah , lebih menyakitkan , Hanya bisa memeluk bayangan yang tak bisa kupeluk , menggapai hati yang rak bis mengobati hati , merindu yang tak kunjung datang , terhenti Dunia seolah berkata ” TAK ADA YANG MENDOAKANmu , nak.. Hanya kamu yang kini menggenggam Dunia tuk meraih semua yang ingin diwujudkan.
Aku… ?? Hari itu tak akan pernah terlupangan , ternyata yang paling sakit adalah kehilangan pasangan hidup , teman hidup yang menjadi sahabat suka dan duka dalam segala hal…. Perih , Pedih , membalut luka. Tak akan bisa bercerita dalam kisah nyata. Menghentakan , kala dipanggil Illahi adalah ..Guncangan yang membuat runtuh , rubuh , seluruh hati dan jiwa. Menyusuli jalan di tengah keramaian terasa sepi , … Kumau , kelak kita bertemu di SyurgaNYA Aamiin Yaa Robbal’Alaamiin.
Al – Fatihah
Yang sering kini ku ucapkan tuk membalut rindu dalam petikan Doa dalam Sujudku.
dewi saghay , jumat 13032026