BUTUH SATU KATA ( Lanjutan Cerber Yang Tertunda )

Kita lanjut lagi ya Cerbernya, Cerber , jika ada nama yang sama itu hanya kebetulan , juga kalau ada typo , maafkan

Tergesa – gesa , Widi mengambil Tas ke Kamarnya , dan Dia pun tersenyum… ( selalu gugup ) ..ini hari penentuan tuk Widi dan Dia , sekian lama menjalin dengan tujuan yang jelas , ikatan tali suci pernikahan , tak mudah tuk Widi mengatakan ” Ya ” , terlalalu banyak pertimbangan , terlalu banyak kehawatiran , gak pernah simpel, selalu berpikir terlalu jauh , …jauh..dan jauh sekali…. Hayu..Dia , sahut widi , .( Dia tersenyum ..) mari… melangkah bersama seperti pasangan suami istri , itu yang selalu Dia harapkan , menunggu untuk yang pasti tak jadi masalah , bagi Dia , Widi adalah pelabuhan terakhirnya sampai menutup mata , entah mengapa Widi selalu ragu , .. apalagi yang harus diyakinkan , kejujuran ,kesetiaan, kepercayaan , komitmen , selalu Dia jaga.

Dipersingkat.

Hari ini , hari yang ditunggu Dia.,.dan sebelum sampai di lokasi , Dia mengemudi dan parkir terlebih dahulu ..( tak romantis memang, hanya parkir di depan super market ) ..Dia, berhenti..ada yang mau dibeli ? Tanya Widi, ..( Dia tersenyum… dan menggenggam tangan Widi.. ) Tak ada yang dibeli, tetapi aku sudah tak sabar menunggu jawabanmu Wid… , manis , pahit.. Aku ingin jawabannya sekarang..tidak depan anak-anak , kutahu ini sulit tapi kumohon Wid… Widi menundukan kepala…perlahan mengangkat kepalanya dan menatap mata Dia ..( Widi mencari sesuatu…) , Dia… maafkan aku ( tegas Widi ..) Yaa Wid..? ( Dia membalas tatapan Widi yang tak dimengerti..tapi Dia melihat ketulusan dimata Widi.. ) , Widi berbalik menggenggam tangan Dia , dan…. ( Dia bertanya .) Widi.. Apapun jawabannya aku terima , dan…( ssttt widi menempelkan telunjuknya ke mulut Dia.. ) dan Widi mengangguk ( sambil meneteskan air mata.. ) Maafkan aku Dia , terlalu lama aku menjawabnya , dan kau sabar menungguku dengan setia …( Dia tak sanggup berkata – kata ) Boleh aku peluk..? ( Tanya Dia ..) , Widi menggeleng..enggak..hmmmm ..( Dia mengecup kening Widi ) Terimakasih Wid..aku akan menjagamu sampai menutup mata…., Dia memasangkan cincin yang sudah dipersiapkan jauh hari…. Dia…( Widi pun menggenggam tangan Dia ..)…Makasih ,..hmm..anak-anak sudah menunggu… Hmm..bentar ku tlp yaa… Kayanya gak jadi hari ini nak.. ( yaa papa…) Gak apa-apakan..? Papa mau jalan dulu sama Ibu Wid..( ibu..? Atau tante pah.? ( tanya anak-anak Dia ) …Ibu, nak.. udah dulu nak Wassalamualaikum..) Dia tersenyum..memandang wajah Widi…. Terimakasih ya Widi Sayang…

sampai bertemu di KUA.

Selesai
20022026, jumat

Maaf Cerbernya kelamaan ya . dewi saghay

Bagikan ini