SECANGKIR KOPI

Ini aku tulis , Cerita Pendek dari pengalaman seseorang yang menceritakan Cinta Berujung di Secangkir Kopi . Kalau ada typo sudah biasa , maafkan.

Udara Yang Cerah membuat aku ( Adi ) selalu menyenangkan untuk melakukan aktivitas , Kota Dimana aku tinggal memang senyaman ini , sejuk dan membuatku betah disini , aku siap siap bekerja , hari sudah lumayan menuju siang , .. … ( adikku memanggilku , panggil saja ade , biasa aku memanggilnya ) menghampiriku yang sedang menikmati kopi hangat dan sebatang rokok….. , sambil mendengarkan adeku bercerita , Kak..jadi gak ? ( tanya adeku ) ..Jadi apa , de ?? ( tanyaku ) , itu, kakak kan mau kenalan sama temen aku , ( jawab adeku ) ..hmm ( aku menjawab singkat , perhatian sekali memang adeku yang satu itu , aku tersenyum kecil.. ) boleh minta no hp nya gak ? ( tanyaku ..) aheumm jawab adeku , sambil memberikan secarik kertas ) ..yaa udah kak jangan lupa di tlp ya..aheumm ..( goda adeku ) ..apa sih ? (.aku tersenyum malu sendiri ) .

Namanya Nia , teman adeku , sebetulnya aku biasa saja tak ada perasaan apa apa , tetapi untuk mengenal lebih dekat apa salahnya , lukaku yang sudah berlalu walau masih terkadang sakit , aku berusaha bahwa luka itu hanya bagian dari perjalanan hidupku , aku akan berusaha membuka hatiku , walau ..( pikirku sudah siapkah aku membuka hati ) , ya sudahlah Bismillah , .. ( dan akupun siap siap bekerja ) .

Aku pernah mencintai seseorang , walau aku tak tahu apa itu cinta , yang kutahu seseorang itu pernah mengisi hari hariku , dan membuatku bahagia, seperti dunia ini milik berdua , tak pernah kurasakan sepi , perhatiannya membuatku serasa sungguh dicintainya , sampai saatnya tiba , kami harus berpisah , dia disuruh oleh orangtuanya untuk bekerja di kota lain , membuat komunikasi buruk dan..akhirnya dia menikah dengan lelaki pilihannya , hatiku sakit , tapi itulah awal dari rasa aku mati rasa , mencintai tapi serasa dimatikan , berusaha mengenal seseorang kembali , dan terjadi lagi , beberapa kali aku berusaha untuk mengenal seseorang dan tetap selalu tak bisa percaya , rasa takut menghantuiku sampai dimana aku , pernah berusaha setia, mencintai , menyayangi dan akhirnya diselingkuhi ( perempuan macam apa itu…???? ..) , menyakitkan memang , tapi ya sudahlah perjalanan hidup begitu , kunikmati saja , karena hidup bukan melulu tentang cinta , banyak hal juga yang harus kuperjuangkan.

JAM ISTIRAHAT KERJA

Kubuka secarik kertas dari adeku tadi , kusalin no hp Nia , dan…. aku berpikir berulang ulang untuk menghubunginya ..tlp jangan..tlp jangan.. akhirnya ku SMS saja , kuberirahu no ku , dan kuberitahu ini kakaknya ade , tak kusangka Nia langsung membalasnya ” Waalaikumsalam , ya kak , terimakasih ” ( wadaw, terimakasih untuk apa , jantungku agak berdegup juga , sebetulnya biasa saja , namun ada hal yang lama yang tak kutemukan , adalah jatuh cinta , maaf aku belum jatuh cinta lagi , tapi berusaha membuka hati ) , sambil menikmati makan siang , segelas kopi dan rokok , kubalas sms Nia , saling berbalas ..berbalas lagi…berbalas lagi dan kuputuskan untuk bertemu sepulang aku kerja. Rokokku habis , kunyalakan lagi satu batang rokok sebelum aku kerja , hidup tanpa rokok itu rasanya apa ya, susah diungkapkan , tapi ya itulah aku , rokok dan kopi bagian dari hidupku yang tak bisa kupisahkan, betul ” Kan ? ( untuk sebagian orang.

PULANG KERJA

Kulangkahkan kakiku menuju kendaraan roda dua ku , sebelumnya kunyalakan sebatang rokok , untuk menemaniku sepanjang perjalanan pulang kerumah dan … ( Bertemu Nia , sebetulnya malas , namun berusaha apa salahnya , pikirku )

Kak.. ( tegur adeku ) , sudahkan Kakak menghubungi Nia ? Kok Nia belum kabari aku ya ( tanya adeku ) , bawel ..( jawabku ) ngapain juga harus lapor ke kamu de, ..( kubercandain adeku ) ..Ihh , kakak nyebelin yaa sudahlah gak akan nanya lagi , ..( ade ku berlalu ..) dan..akupun tersenyum.

Serelah bersihkan badanku seharian kerja , aku menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh ibuku , tak ada makanan seenak makanan ibuku , … kopi juga roko selalu menemaniku disetiap aktivitasku . Kulihat jam menunjukan pukul 18.30 , aku siap-siap menemui Nia ( tapi rasanya gini ya , jantungku biasa saja , bukankan kalau mau bertemu seseorang suka ada perasaan deg degan , kok gini ya rasanya , biasa saja tanpa rasa , ya sudahlah rasa itu mungkin pas sudah jadian , sekarang ya sekarang saja , kenalan ) .Ku telfon Nia ..( Nia Langsung mengangkatnya ,Assalamualaikum ,.. ( Waalaikumsalam kak , ..jawabnya lrih ) , aku kesitu sekarang ya Nia , jawabku .. ( iya kak , ..jawab Nia dengan suara lilrih ). Aku berpikir , napa gak ada rasa deg degan sama sekali , apa artinya ini..?? ( tapi ya sudahlah , akupun berangkat kerumah Nia , Bismillah.)

Di Rumah Nia

Aku mengetuk pintu rumah Nia , .. Assalamualaikum .. Waalaikumsalam ( jawab seseorang dari dalam , pintupun terbuka , Cari siapa ? Nia, bu ada ? Kamu siapa ? ( tanyanya ) Temannya Nia bu , Ooo..sebentar , silakan duduk aku Ibunya Nia , ..( aku tersenyum ) , perkenalkan aku Adi..,( ibunya mengangguk dan memanggil Nia ke dalam rumah ) .Tak lama berselang Nia pun keruang tamu , menemuiku dan Bersalaman , aku berusaha tenang tenang dan tenang , dan..setelah agak lama ngobrol kesana kemari , Nia menawarkan , kak sebentar Nia buatkan minuman ya , Kakak mau Nia bikinkan apa ? , kubilang saja Kopi , bentar ya kak , .( Nia pun berlalu dan tak lama kemudian kopi pun hadir , aroma kopi memang memancing untuk merokok , kopi tanpa rokok itu sepi kayak makan tanpa garam ,..) Silakan diminum kak , ..makasih jawabku , pasti enak secangkir kopi buatan Nia , ( kucoba memuji , untuk mengesankan saja ) , kulihat Nia tersenyum malu ) ..Ku Keluarkan Rokok aku , .dan tak kuduga , Maaf kak disini tak boleh merokok , kami alergi asap rokok , ..( Eneg juga rasanya , pantesan dari siang aku malas menghubungi Nia dan tak ada rasa apa-apa , seperti kopi tanpa rokok itu tidak enak ) , baiklah jawabku , ..aku langsung pergi keluar …Kak , kenapa diluar ? Aku mau pulang saja Nia , maaf aku mengganggu , ..Nia terdiam , karena gak boleh ada asap Kak ?? Bukan , karena bagi kakak , kopi tanpa rokok itu harus menyatu , tapi kalau hanya boleh ngopi , rasanya hambar.. Permisi Ya Nia , aku pulang dulu Wassalamualaikum. Waalaikumsalam…( Nia Diam , tak mengerti ) .

Diperjalanan Pulang

Pantesan dari siang tak ada rasa apa apa , mungkin ini jawabnya , ah sudahlah aku gak mau pusing , kopi tuh pasangannya rokok , titik. Aku gak mau pusing.. Tak terasa sudah sampai dirumah… Kubuat kopi , kunikmati ditemani sebatang rokok… Hidup ini terlalu indah kalau tak bisa dinikmati. Hanya secangkir kopi saja belum saatnya untuk saat ini , aku masih butuh rokok untuk menemani. Saatnya nanti juga kuyakin bertemu yang tepat ,Secangkir kopi dan Rokok .Mantap.

02032026 , Senin
Pengalaman dari seseorang.

Noted.Cinta?Itu Tak Bisa dipaksakan , butuk waktu dan berproses .

Bagikan ini